Kedelai atau dalam bahasa ilmiah disebut Glycine max telah dibudidayakan sejak 3.500 tahun yang lalu di Asia Timur dan telah menjadi bahan dasar berbagai makanan seperti kecap, tahu dan tempe.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Amerika Serikat yang baru membudidayakan kedelai pada tahun 1900 an, menjadi penghasil utama kedelai di dunia.
Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering. Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim hujan, setelah masa tanam padi. Penanaman kedelai ini berbeda dengan tanaman lain, yaitu penanaman pada lahan yang belum pernah digunakan untuk bertanam kedelai dianjurkan diberi "starter" bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum untuk membantu pertumbuhan tanaman. Selain itu, untuk pemupukan dasar, pupuk yang mengandung nitrogen dan fosfat sangat diperlukan, namun setelah tanaman tumbuh, penambahan nitrogen tidak memberikan keuntungan apapun.
Di Indonesia, menurut perkiraan kementan, produksi kedelai pada tahun 2018 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 46% dari angka produksi sementara tahun 2017 sebanyak 538.253 ton menjadi 786.142 ton. Sementara itu luas panen pada tahun 2018 meningkat menjadi 535.620 hektar dari tahun sebelumnya yakni 355.790 hektar. Pada tahun 2018 ini, Kementan akan melakukan rencana tanam untuk lahan seluas 1.000.000 hektar.
Manfaat kedelai banyak memiliki manfaat dan kegunaan, diantaranya adalah :
- Bermanfaat sebagai antioksidan.
- Dapat mengurangi resiko penyakit jantung.
- Dapat mencegah kanker.
- Dapat membalikkan efek endometriosis.
- Dapat mencegah osteoporosis.
- Dapat mengatasi gejala manopause.
- Dapat memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal.
- Bermanfaat untuk menjaga berat badan.
Olahan kedelai sangat beragam, susu kedelai, tempe dan tahu. Di bawah ini, adalah video resep olahan tahu yang sangat familiar di Indonesia, tahu isi.

